Sebagaimana
kita ketahui bahwa aktivitas otak juga mempunyai kejenuhan. Jeda antara
konsentrasi dengan titik jenuh berkisar waktu 15-20 menit. Itulah sebabnya
kenapa banyak guru yang kurang siap menghadapi tingkat kejenuhan anak dalam
belajar. Pentingnya metode dan berbagai referensi untuk menyegarkan suasana
belajar sangat urgen dan mutlak harus dimiliki pendidik.
Salah
satu cara menyegarkan dan mengembalikan semangat belajar adalah dengan Ice
Breaking. Berbagai games, olah tubuh, olah otak, senam jari, brain gym, sangat
membantu untuk penyemangat belajar. Kesemuanya itu bisa didapati di dalam buku
“100+ Ice Breaker Penyemangat Belajar” yang menyajikan berbagai ice breaker.
Meski tidak semuanya murni dari penulis, karena ada beberapa diantaranya
merupakan modifikasi yang sudah sering dimainkan di kalangan pendidik di
Indonesia. Namun, dengan buku ini sangat membantu para pendidik untuk menguasai
manajemen kelas dan dalam hal mengatasi masa kejenuhan dalam belajar.
Minggu,
01/04/12 kemarin beberapa guru SDIT dan SMP Islam Mentari Indonesia
berkesempatan mengikuti seminar ice breaker penyemangat belajar langsung dengan
penulisnya Kusumo Suryoharjuno yang akrab disapa Kak Kusumo dari Surabaya
bertempat di @HOM Hotel Tambun Selatan. Dalam seminar ice breaker ini
berlangsung sangat seru dan menarik, karena semua peserta dipandu dan diajak
bermain beberapa model ice breaker yang bisa membangkitkan semangat belajar. Di
akhir sesi, Kak Kusumo mengatakan, “sepanjang seminar tadi, ustadz-ustadzah
lebih sering mengikuti gerakan atau perkataan saya?”, peserta pun menjawab
serentak: “gerakaaann…”. Kak Kusumo pun memberikan filosofi dari ice breaker
juga, “berarti peserta didik kita pun akan lebih banyak mengikuti tingkah laku
kita daripada perkataan kita. Maka itu, berilah tauladan yang baik buat anak
didik kita”.
Seminar ini pun
menghadirkan seorang guru yang juga penulis aktif yaitu Wijaya Kusumah yang
akrab disapa Omjay, seorang guru TIK SMP Labschool Jakarta ini menyampaikan isi
dari bukunya yang berjudul “Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya”. Banyak spirit
yang Omjay berikan untuk memacu para guru meningkatkan kreativitasnya dalam
mengajar tanpa mengeluhkan beratnya beban profesi guru. “Jadilah guru kreatif,
maka rezeki akan mengalir”, itulah pesan singkat Omjay kepada peserta. Mengutip
perkataan Prof. Arif Rahman (pakar pendidikan) Omjay menutupnya dengan note 4
kekuatan manusia, yaitu pikiran, perkataan, perasaan, perbuatan. Untuk itu,
marilah maksimalkan kekuatan itu untuk kita salurkan kepada para peserta didik
kita.
Acara ini digawangi oleh Prima Edutama Event Organizer, sebuah EO yang bergerak di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru. Pada seminar kali ini juga dibagikan buletin Jendela Pendidikan edisi perdana yang terbit tiap bulan.
Acara ini digawangi oleh Prima Edutama Event Organizer, sebuah EO yang bergerak di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru. Pada seminar kali ini juga dibagikan buletin Jendela Pendidikan edisi perdana yang terbit tiap bulan.
.jpg)








0 komentar:
Posting Komentar